Jejak Sejarah Perang Dunia II, Puluhan Warga Belanda Kunjungi Desa Koto Kombu
Kuantan Singingi – Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, mendadak menjadi titik temu sejarah antara Indonesia dan Belanda. Sebanyak 29 warga Belanda menyambangi desa tersebut pada Sabtu (16/6/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar wisata biasa. Bagi rombongan, Koto Kombu menyimpan kenangan yang dalam, mulai dari sisa-sisa rel kereta api peninggalan Jepang hingga cerita tentang keluarga yang pernah lahir dan menetap di desa tersebut saat peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang.
Setibanya di Koto Kombu, rombongan langsung mengunjungi beberapa titik yang masih menyimpan peninggalan sejarah, salah satunya sisa rel kereta api yang dulu digunakan untuk mengangkut pekerja paksa pada masa pendudukan Jepang.
Ketua Tim SHBSS Belanda, Eric Sinighe, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk napak tilas untuk mengenang keluarga mereka yang pernah menetap di Kuantan Singingi dan Provinsi Riau.
“Kami mengunjungi daerah-daerah tempat keluarga kami dulu dipekerjakan paksa oleh Jepang. Sekarang kami sudah sampai di sini. Kami sangat terharu,” ujar Eric.
Ia mengaku takjub melihat masyarakat Koto Kombu masih menjaga peninggalan sejarah tersebut. Menurutnya, kepedulian warga terhadap masa lalu menjadi jembatan emosional yang membuat kunjungan ini terasa sangat berarti.
Momen yang paling menyentuh rombongan adalah ketika mengetahui adanya jalur bernama Sang Ratu Helmina ikon Desa Koto Kombu. Bagi warga Belanda, nama itu jelas merujuk pada Ratu Wilhelmina, ratu Belanda yang memimpin saat Perang Dunia II berlangsung.
“Saya pernah melihat pacu jalur di media sosial. Saya takjub, kok ada nama ratu kami di perahu panjang di Indonesia. Meski tertulis Ratu Helmina, kami tahu itu Ratu Wilhelmina. Mungkin penyebutannya disesuaikan di sini,” kata Eric.
Bagi rombongan, penggunaan nama tersebut adalah bentuk penghargaan dan bukti nyata bahwa masyarakat Koto Kombu peduli terhadap sejarah. “Terima kasih masyarakat Koto Kombu. Lain kali kami ke sini lagi,” ucapnya.
Rombongan disambut langsung oleh Sekcam Hulu Kuantan Eka Handayani, Pj Kepala Desa Koto Kombu Syafnidelita, Ketua BPD Rafius, Kepala Desa Lubuk Ambacang Iid Siswandi serta Ketua LAN Taslim Idrus bersama tokoh masyarakat setempat.
Sekcam Eka Handayani mengapresiasi kedatangan warga Belanda ke Hulu Kuantan. Ia menilai kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan antarbangsa, ini membuktikan bahwa Kuansing memiliki nilai sejarah yang diakui hingga luar negeri.
Senada dengan itu, Pj Kades Syafnidelita mengaku terharu. Ia menyebut kehadiran warga Belanda memberi nilai tambah bagi desa dan membuat nama Koto Kombu akan dikenal hingga ke Belanda.
“Kami merasa terharu dengan kehadiran mereka yang mengkhususkan datang ke Koto Kombu. Minimal, nama desa kami akan disebut-sebut di Belanda nantinya,” kata Syafni.
Kunjungan puluhan warga Belanda ke Koto Kombu menjadi bukti bahwa sejarah, meski pahit, dapat menjadi jembatan persahabatan dan membuka peluang baru bagi daerah.








0 Comments
Leave a Comment
No comments yet. Be the first to comment!